Ujian Kenaikan Sabuk INKAI HST 2026 Diikuti 64 Peserta dari Berbagai Jenjang
- Lebih kecil
- Bawaan
- Lebih besar
HST, Radarnasional.com — Sebanyak 64 karateka Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengikuti ujian penentuan kenaikan sabuk tahun 2026, Minggu (8/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin tahunan organisasi dan menjadi momen penting untuk menilai kemampuan teknik sekaligus kedisiplinan setiap peserta. Ujian diadakan secara resmi untuk memastikan setiap karateka siap melangkah ke tingkat sabuk berikutnya.
Acara dibuka oleh Ketua FORKI HST, Dia Udini, S.Pd., MM, dan dilanjutkan sambutan Ketua Cabang INKAI HST, Pelda Adie Rianto. Dalam sambutannya, keduanya menekankan bahwa ujian kenaikan sabuk bukan sekadar formalitas. Peserta diuji untuk mengukur penguasaan teknik, ketepatan gerakan, serta konsistensi yang harus dijaga dalam setiap latihan.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua INKAI Kalimantan Selatan, H. Pawahisa Mahabatan, SH., MH. Kehadirannya menambah semangat para peserta dan menunjukkan dukungan penuh pengurus provinsi terhadap pelaksanaan ujian di HST.
Dari total 64 peserta, 24 mengenakan sabuk putih, 13 sabuk kuning, 9 sabuk hijau, dan 18 sabuk biru. Setiap peserta mengikuti rangkaian ujian sesuai tingkat sabuknya, mulai dari teknik dasar seperti pukulan, tendangan, dan kuda-kuda, hingga gerakan kata tingkat lanjut seperti Heian Sodan, Heian Nidan, Heian Sandan, Heian Yondan, dan Heian Godan. Penilaian dilakukan secara menyeluruh agar kesiapan dan kemampuan masing-masing peserta benar-benar terlihat.
Ujian berlangsung tertib dan teratur dengan pengawasan langsung dari pengurus cabang INKAI HST. Setiap peserta fokus menjalani pengujian sesuai standar yang berlaku, sementara pengurus memantau pelaksanaan agar sesuai prosedur dan tetap aman. Proses ini berjalan lancar dari awal hingga akhir.
Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang penting bagi INKAI HST. Selain menilai kemampuan teknik, ujian juga berfungsi menumbuhkan disiplin, konsentrasi, dan fokus para karateka. Dengan begitu, setiap peserta tidak hanya siap naik tingkat sabuk, tetapi juga terlatih menjaga konsistensi dan etika latihan sehari-hari.


